Keinginan Politikus: Musuh saya harus menjadi musuh Anda.

Nelson Mandela diwawancarai dalam Ted Koppel ABC News di America Serikat terkait dukungan-dukungan oleh negara-negara seperti Cuba, Libya dan Palestina dalam perjuangan Apartheid Movement di Afrika Selatan.
Seorang politikus dari partai Republik Amerika, ken Adelman bertanya kepada bapak presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela. Apakah pemimpin-pemimpin negara seperti Fidel Castro, Khadafi, dan Jasser Arafat yang anda banggakan bisa menjadi presiden Afrika selatan?
Bapak Mandela menjawab “One of the mistakes that political analysts make is to think that their enemies should be our enemies!” Artinya: Salah satu kesalaha fatal yang dilakukan oleh analis yaitu mereka berfikir bahwa musuh mereka harus menjadi musuh kami.
Hal ini kami tidak bisa dan tidak akan pernah lakukan.
Dalam wawancara ini terlihat kedua pandangan sangat berbeda. Ken Adelman sebagai seorang politikus Amerika mengkritik dan menegur secara sadar kepada Mandela kalau pemimpin-pemimpin yang dia bersahabat merupakan musuh negara Super Power ini.  Maka, AS berkeinginan supaya Afrika Selatan harus sepaham dengan dia.
Sementara bapak revoluoner anti-apatheid berpandangan dan berkerja sama dengan pemimpin-pemimpin yang mendukung dalam perjuangannya. Negara Libya, Cuba dan Palestina mendukung penuh dalam perjuangan melawan penjajah Inggris terhadap orang-orang pribumi Africa Selatan. Tidak hanya lewat pernyataan politik namun menyalurkan sumber daya mereka untuk perjuangan Afrika Selatan.
Hal ini yang dijelaskan oleh Mandela saat menjawab pertanyaan kepada seluruh hadirin dalam Ted Koppel ABC News. Nelson Mandela menjawab sesuai kenyataan hidup dalam rakyat yang sedang pimpin di Afrika Selatan dan dukungan negara-negara lain terhadap perjuangan Anti-Aparthid Movement.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *